Apa sih Ruam Popok itu?
Hi Moms, pasti semua sudah akrab dengan istilah ruam popok. Iya, itu lho bercak-bercak merah gatal pada area kulit buah hati kesayangan kita yang tertutup oleh popok.
Nah, mari kita kenali sedikit lebih jauh tentang ruam popok, yuk.
Apa sebenarnya ruam popok itu dan penyebabnya ya?

Ruam Popok dan Penyebabnya
Moms. Ruam Popok, yang dikenal juga dengan istilah Irritant Diaper Dermatitis (IDD), adalah salah satu kondisi dermatologi dan gangguan kulit yang paling wajar pada awal masa kanak-kanak. Jika buah hati kita mengalami ruam popok, tenang Moms. Sebaliknya, kita harus mencari cara untuk menyembuhkan buah hati kita dan membuat mereka merasa nyaman lagi ya, Moms. Kebanyakan anak paling tidak akan mengalami ruam ropok sekali dalam masa tiga tahun usia pertamanya. Dan paling sering dialami oleh sang buah hati pada usia 6-12 bulan.
Penyebab utama dari ruam popok adalah peningkatan paparan basah/kelembaban berlebihan secara berkepanjangan pada kulit buah hati kita. Faktor lain adalah:
Area yang tertutup oleh popok meningkatkan kehangatan dan kelembapan
Popok umumnya berukuran pas dan nyaman. Hal ini menyebabkan area yang tertutup oleh popok tidak mendapatkan udara. Akibatnya, kulit buah hati kita akan menjadi lebih hangat dan lembap sehingga pH kulit pada area tersebut menjadi lebih tinggi bila dibandingkan bagian tubuh lainnya. Kelembapan berlebih pada kulit membuatnya lebih mudah iritasi dan bengkak.
Lecet akibat dari gesekan dengan popok pada lipatan kulit
Gesekan dapat melemahkan lapisan pelindung kulit. Kulit lembap lebih rentan terhadap gesekan dibandingkan kulit kering, sehingga area yang tertutup popok mengarah ke masalah ini. Gesekan antara popok dan kulit, lipatan kulit, dan tindakan menyeka serta membersihkan area yang tertutup popok dapat mempermudah masuknya bakteri penyebab iritasi pada kulit.
Kontak berkepanjangan dari kulit dengan urin, kotoran atau keduanya
Enzim-enzim pada feses (protease dan lipase) dapat mengiritasi kulit lembut buah hati kita. Ditambah lagi, feses mengandung mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi pada kulit. Urin mengiritasi area yang tertutup popok lebih jauh lagi. Urin melepaskan amonia yang meyebabkan pH pada kulit meningkat dan enzim dari kotoran sang buah hati menjadi lebih aktif. Hal ini mengakibatkan kerusakan jaringan kulit dan mengarah ke pada ruam popok.
Semoga informasinya bermanfaat ya, Moms.
Terimakasih sudah membaca.